Keamanan di Dunia Berbasis Cloud Part 2

Pada pembahasan kali ini bagian kedua Keamanan di Dunia Berbasis Cloud Part 2 akan lebih banyak membahas tentang penyedia layanan cloud yang sebaiknya kamu pilih jika kamu sudah beralih ke cloud.
Dalam memilih penyedia layanan cloud bukan merupakan hal yang mudah, kamu akan dihadapkan pada sejumlah pilihan baik itu penyedia layanan local ataupun global yang akan terus bertambah jumlahnya. Masing-masing penyedia layanan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kamu akan memilih penyedia layanan apasih yang sesuai dengan kebutuhan kamu? Seperti dalam hal : keamanan data, bagaimana performa layanannya, skalabilitas dan elastisitas, biaya layanan, dukungan layanan, backup & pemulihan bencana dan masih banyak lagi. Jadi cloud merupakan mitra / teman bisnis anda di internet.
Hal ini juga menjadi pertimbangan bagi penyedia layanan. Kenapa kamu harus memilih layanan ini (Sebagai contoh layanan yang sediakan oleh Microsoft), sesuaikah jika saya (client) mengajukan complain atas service oleh Microsoft, dan lain-lain. Dalam hal ini, Microsoft telah membantu permasalahan tersebut lebih dari 30 tahun. Memiliki banyak pengalaman khususnya pada bidang teknologi, dan membantu pelanggan (customer) dari industri yang berbeda-beda di seluruh dunia.
Mulailah banyak pertanyaan yang muncul seperti bagaimana standar keamanan di Microsoft? Seperti yang saya jelaskan bahwa Microsoft sudah berkontribusi lebih dari 30 tahun dan sudah bekerja sama dengan lebih dari 20 Juta pelanggan di seluruh dunia. Dan privasi sangat penting di Microsoft dan menjadi prioritas utama bagi mereka.
Jadi, ketika anda memilih penyedia layanan cloud apa yang ingin anda pilih anda tentukan akan memperhatikan bagaimana sertifikasi perusahaan tersebut, bagaimana pengesahannya, peraturan saat mengajukan keluhan. Apakah sesuai dengan apa yang kamu inginkan? Dapatkah mereka (penyedia layanan cloud) memberikan rincian laporan transaksi data yang terjadi? Serta membangun rantai kepercayaan sehingga kamu dapat memilih layanan cloud yang kamu percaya.
Tidak hanya sampai disitu, sebagai customer, kamu juga perlu memiliki wawasan yang perlu kamu butuhkan ketika pindah ke layanan cloud. Seperti : apa yang mereka lakukan dan sudahkah memenuhi standar yang anda butuhkan atau berharap melebihi standar yang anda butuhkan. Hal lainnya adalah operasi atau cara mereka bekerja, bagaimana mereka beroprasi saat mereka melakukan layanan itu. Apakah mereka memberitahukan bagaimana data yang kamu kirim dapat sampai ke data pusat (data center)? Dan jaminannya seperti apa?
Jadi, transparansi dari pihak pemberi layanan juga perlu diperhatikan. Ibaratnya “Bagaimana kamu mempercayai sesuatu yang tidak kamu ketahui apa itu?”.
Ada 4 dasar yang perlu kamu ketahui untuk membangun kepercayaan dengan customer, diantaranya : 1) Keamanan, 2) Privasi, 3) Kebijakan, 4) Transparansi. Dan yang paling penting merupakan transparansi karena bagaimana penyedia layanan berbagi informasi dengan customer dan bagaimana penyedia layanan melakukan keamanan pada data tersebut.
Jika suatu saat kamu memilih Microsoft sebagai penyedia layanan cloud yang pas buat kamu. Semua datanya sepenuhnya milik kamu, bukan Microsoft. Microsoft hanya menyediakan layanan tersebut tidak mempunyai otentikasi untuk mengakses data kamu kecuali kamu meminta mereka (jika suatu saat kamu menemukan kendala) mengelola data sesuai dengan permintaan yang kamu ajukan.
Maka, akan banyak timbul lagi banyak pertanyaan. Seperti : Bagaimana Microsoft melindungi data saat melakukan pengiriman data antara dari lokasi pengirim (client) dan penyedia layanan cloud (pihak Microsoft)?
Sejatinya, yang mereka (client) khawatirkan adalah ketika terjadi penyerangan pada saat data itu sedang dikirim (middle attack), penyerang akan mencuri informasi tersebut sebelum sampai ke data pusat.
Jadi hal yang dilakukan Microsoft adalah Microsoft melakukan Teknologi Enkripsi (Cat : Enkripsi merupakan teknologi merubah data / informasi menjadi suatu karakter yang acak yang sulit untuk dibaca, teknologi ini banyak digunakan bahkan sudah menjadi konsumsi umum setiap perusahaan yang berkecimpung di dunia cloud demi menjaga data mereka sulit dibaca oleh penyerang. Sedangkan, Dekripsi merupakan teknologi merubah data / informasi yang tadinya di enkripsi menjadi data yang normal atau data awal sebelum melakukan enkripsi).
Kembali ke pembahasan sebelumnya, ketika client melakukan pengiriman data, data tersebut akan di-enkripsi sehingga tidak ada cela saat melakukan pengiriman dapat diketahui oleh yang melakukan penyerangan untuk mencuri informasi. Enkripsi yang dilakukan pihak Microsoft terhadap data / informasi yang di-enkripsi mempunyai panjang 2048 Bit, dimana key (kunci) enkripsi ini sangat panjang dan membutuhkan waktu konsumsi dan lebih sulit untuk penyerang jika mereka mampu mendapatkan data tersebut dan mencoba melakukan dekripsi. Hal ini juga sudah menjadi perhatian bahwa setiap transaksi data yang terjadi akan menghapus history transaksi data sehingga sulit untuk ditemukan.
Microsoft juga mempunyai teknologi enkripsi, seperti TLS Encryption. Jadi, setiap lapisan keamanan enkripsi akan diberi teknologi tersebut. Kemudian, jika penyerang berfikir untuk mengambil data fisik (yang berada di data center), mereka akan dihadapkan berbagai macam halangan seperti : Gerbang, penjaga (bodyguard), biometric dan masih banyak lagi. Berfikir untuk langsung ke data center? J
Sekalipun itu memungkinkan jika mereka mendapatkan datanya, tetap saja tidak akan memberikan akses ke data yang ada pada mereka karena sebagian besar informasi tersebut akan di enkripsi. Dan banyak tipe enkripsi yang berbeda-beda yang diterapkan pada alat tersebut.
Beberapa fitur keamanan yang ditawarkan oleh Microsoft, diantaranya :
1.      Azure Active Directory
·         Azure AD Reporting
·         Azure Multi-factor Authentication
·         Azure AD Privilaged Identity Management
2.      Azure Key Vault
3.      Azure RMS
4.      Office 365
·         Office 365 Customer Lockbox
·         Exchange online data loss Prevention
·         Office 365 Activity API
5.  MDM, Conditional Access
6. Dan masih banyak lagi…
Pada akhirnya saya sama sekali tidak memaksa anda untuk menggunakan teknologi layanan cloud dari Microsoft, pilihlah penyedia layanan cloud yang menurut kamu pas dengan kebutuhan kamu J .
Tanamkanlah didalam hati anda kata di bawah ini karena ini merupakan hal yang penting dan perlu kamu ingat ketika kamu sudah beranjak ke cloud. “Keamanan (Security) bukanlah sebuah tempat bernaung atau tempat kamu untuk berlindung tetapi security merupakan perjalanan karena penyerang tidak akan pernah berhenti, mereka akan selalu menemukan cela untuk melakukan serangan, mereka akan selalu mencoba untuk mencuri informasi ”. Maka dari itu setiap penyedia layanan juga akan terus bekerja untuk selangkah didepan para penyerang ini.



Tag : IT
0 Komentar untuk "Keamanan di Dunia Berbasis Cloud Part 2"

Back To Top