Halo
ketemu lagi J
. Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Keamanan di Dunia Berbasis Cloud. Pembahasan kali ini akan menjadi
beberapa “bagian” karena akan sangat panjang dan bisa di bilang
membosankan untuk di baca jika dijadikan hanya satu bagian saja.
Baik
kita mulai saja, berbicara mengenai keamanan di dunia berbasis cloud tidak
luput dari yang namanya cyber ceruity dimana kita akan dihadapkan
dengan berbagai ancaman-ancaman yang akan terjadi baik dari pihak penyerang /
attackers (dalam hal ini hacker) atau dari kita sendiri yang membangun system keamanannya
seperti apa agar sulit untuk dimasuki para attackers ini.
Berkembangnya
cyber
security yang terus meningkat dan kecanggihan teknologi yang sekarang
ini bisa dibilang berkembang seiring berjalannya waktu. Dari data yang diterima
ancaman-ancaman yang sering terjadi baik di pihak customer sampai di perusahaan
menjadi target dengan cara penyerangan yang berbeda-beda dan semua itu
berhubungan satu sama lain. Attackers mempunyai banyak cara untuk masuk ke setiap
system yang di bangun.
Pentingnya
keamanan data baik perusahaan ataupun organisasi lain selalu memikirkan
bagaimana cara agar data mereka tetap aman dan jauh dari kebocoran data. Solusi
dari itu adalah menggunakan “cloud”. Baik dari otentikasi (authentication),
otorisasi (authorization) bahkan penyimpanan data nantinya semua akan berada di
cloud.
Dapat
dibayangkan 3 sampai 5 tahun kedepan tidak hanya satu atau dua perusahaan saja
yang akan masuk ke cloud. Tapi akan mencapai angka jutaan bahkan milyaran (atau
bisa menembus trilyunan) perusahaan yang akan menggunakan internet (khususnya
ke cloud) untuk mengintegrasikan data mereka.
Dengan
perkiraan di atas, Microsoft sudah memikirkan cara bagimana melindungi data yang
mereka kumpulkan dan melindungi mereka dari perangkat-perangkat apa saja yang
mereka gunakan.
Kembali
ke Cyber Security dan Cloud. Keduanya harus meningkatkan keamanan di setiap
layer ( dalam hal ini lapisan ) yang di bentuk. Ketika melihat kemampuan
attackers / penyerang (hacker) untuk memanfaatkan aplikasi, memanfaatkan
middleware seperti Java atau .NET jika memiliki sedikit saja cela ini akan
menjadi kesempatan untuk para attackers. Mereka juga dapat memanfaatkan Sistem
Operasi seperti Windows dan Linux. Watch your data!! J
Jadi,
melihat jumlah kesempatan untuk melakukan penyerangan akan sangat mungkin
terjadi kapan saja memaksa kita untuk memperketat penjagaan semua layer atau
lapisan (Cyber Security dan Cloud). Ini menjadi tantangan tersendiri baik
dengan diri kita sendiri sebagai yang membangun system dan penyedia layanan
yang akan digunakan seperti teknologi Microsoft.
Dengan
adanya cloud memungkinkan kita untuk
mulai fokus melakukan pertahanan, melihat ancaman-ancaman serta dengan model
Teknologi Informasi sekarang, bagaimana kita menempatkan firewall, membatasi port dengan protocol
dengan cara yang klasik (sederhana).
Sebagai
penyedia layanan, Microsoft sudah mulai bergerak untuk melindungi identitas dan
melindungi aplikasi. Mereka bergerak menuju daerah-daerah bisnis dan memastikan
kembali untuk memberikan perlindungan bisnis perusahaan kemudian memperhatikan security control yang akan mereka
lindungi.
Salah
satu hal yang harus kita pahami saat masuk ke dunia cloud adalah pada akhirnya, ketika kita berbicara tentang
penggunaan layanan cloud kita sebagai pelanggan (user) yang memutuhkan layanan cloud juga perlu bertanggung jawab
bersama-sama dengan penyedia layanan tersebut agar terciptanya integritas data
yang aman.
Microsoft Cloud
dibuat berdasarkan kepercayaan dan semua tentang penyediaan layanan dalam cara
yang sangat terpercaya. Contoh aplikasi yang dikembangkan oleh pihak Microsoft sendiri diantaranya, Azure MS,
Azure Key Vault dan lain-lain yang memungkinkan kita untuk memilih layanan
keamanan itu serta menggunakannya untuk mengamankan data kita serta system yang
kita buat.
Mari
kita pahami definisi-definisi berikut :
·
SaaS
(Software as a Service) merupakan layanan dimana penyedia layanan tersebut
menawarkan aplikasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan client. Contohnya :
Office 365, dengan tampilan yang menarik dan konfigurasi yang rendah membuat
client nyaman menggunakannya. Penyedia layanan juga harus melakukan update
sesuai kebutuhan client untuk masa mendatang.
·
PaaS (Platform
as a Service) bisa dibilang lebih baik dari SaaS.
Jika SaaS tadi hanya menyediakan,
maka PaaS bisa menyediakan service
jika suatu saat client membutuhkan seperti penambahan code pada aplikasinya
(dalam hal ini development), ataupun kebutuhan itu harus sesuai dengan
kebutuhan pasar mungkin PaaS dapat
menjadi solusinya. Perlu diketahui PaaS
hanya bekerja di cloud saja. Contoh
aplikasinya adalah Microsoft Azure.
·
IaaS (Infrastructure
as a Service), layanan ini menawarkan infrastruktur. Dengan IaaS kita lebih banyak berkontribusi
dalam hal tanggung jawab dan lebih menjamin keamanan seluruh data. Penyedia IaaS kurang lebih menyediakan : Storage,
Processing Power, Memori, Peralatan Networking dan lain-lain.
So, masih ingin menggunakan cloud atau tetap bertahan dengan mesin local?
J
Kembali ke pembahasan awal,
belakangan ini banyak terjadi penyerangan (Cyber Attack) beberapa perusahaan di
US dan terus meningkat. Dengan adanya hal-hal ini semuanya berujung pada data
(baik itu data perusahaan atau organisasi). Dan sebagai penyedia cloud service, Microsoft akan melakukan segalanya untuk membantu dan melindungi
data anda. Tetapi pada akhirnya itu adalah tanggung jawab pengguna data
tersebut bagaimana dia mengolahnya, penyedia layanan hanya membantu mengamankan
data yang anda simpan di cloud J
.
Baik mungkin sampai disini
pembahasan bagian pertama nya. Nantikan pembahasan bagian dua dan seterusnya.
Tag :
IT



0 Komentar untuk "Keamanan di Dunia Berbasis Cloud Part 1"